Perdarahan Antepartum

Posted: January 1, 2010 in Perdarahan Antepartum

Definisi

Perdarahan antepartum merupakan perdarahan jalan lahir setelah kehamilan 22 minggu, sedangkan perdarahan sebelum kehamilan 22 minggu disebut abortus. Perdarahan setelah kehamilan 22 minggu umumnya lebih banyak dan lebih berbahaya daripada sebelum kehamilan 22 minggu, sehingga diperlukan penanganan yang berbeda. Perdarahan antepartum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan plasenta, sedangkan perdarahan yang tidak bersumber dari kelainan plasenta misal pada perdarahan serviks, tidak bersifat mengancam. Pada setiap perdarahan antepartum, harus dipikirkan kelainan plasenta sebagai penyebabnya hingga dibuktikan sebaliknya.

Etiologi

Perdarahan yang terjadi pada kehamilan harus dibedakan antara penyebab obstetri dan non-obstetri. Penyebab perdarahan non-obstetri biasanya hanya mengeluarkan perdarahan sedikit dan tidak menimbulkan ancaman pada janin.

Tabel 1. Penyebab Obstetri dan Non Obstetri Perdarahan Antepartum

Penyebab Obstetri Penyebab Non-Obstetri
Bloody showPlasenta previa

Solusio plasenta

Vasa previa

DIC

Ruptur uterus

Perdarahan sinus marginal

Kanker serviksServisitis

Polip serviks

Eversi serviks

Laserasi vagina

Vaginitis

Perdarahan dari uterus sebelum persalinan merupakan hal yang harus selalu diwaspadai. Perdarahan antepartum yang bersumber pada kelainan plasenta yang tidak terlalu sukar ditentukan secara klinis adalah plasenta previa dan solusio plasenta. Plasenta previa menyebabkan perdarahan akibat adanya pelepasan plasenta yang berimplantasi di dekat kanalis servikalis. Solusio plasenta menyebabkan perdarahan akibat pelepasan plasenta yang terletak di tempat lain dalam uterus. Terkadang, dapat juga terjadi perdarahan yang diakibatkan rupturnya tali umbilikalis dengan insersi velamenta diikuti perdarahan dari pembuluh darah fetal yang terjadi saat membran amnion pecah. Hal ini disebut dengan vasa previa. Berdasarkan hal tersebut, perdarahan antepartum dapat diklasifikasikan secara klinis menjadi (1) plasenta previa, (2) solusio plasenta (3) perdarahan antepartum yang belum jelas sumbernya. Ruptur sinus marginalis, vasa previa, plasenta letak rendah merupakan penyebab perdarahan antepartum yang belum jelas sumbernya. Sedangkan penyebab lain yang bersifat non obstetrik telah diuraikan pada tabel sebelumnya.

Plasenta letak rendah umumnya baru menimbulkan perdarahan antepartum pada akhir kehamilan atau pada permulaan persalinan. Vasa previa baru menimbulkan perdarahan antepartum setelah pemecahan selaput ketuban. Perdarahan dari serviks dapat terlihat pada pemeriksaan inspekulo. Perdarahan dari vagina adalah hal yang normal terjadi selama persalinan. Adanya tanda persalinan berupa bloody show diakibatkan dari pendataran dan dilatasi serviks yang mengakibatkan pecahnya beberapa vena kecil.

Tabel 2. Penyebab Perdarahan pada Akhir Kehamilan

  

Epidemiologi dan Faktor Risiko

Perdarahan pada trimester ketiga kehamilan merupakan salah satu komplikasi tersering yang terjadi selama kehamilan. Perdarahan pada akhir masa kehamilan sering terjadi dan membutuhkan evaluasi medis pada 5-10% kasus. Perdarahan antepartum merupakan satu dari tiga penyebab terbesar kematian maternal dan penyebab dari morbiditas serta mortalitas perinatal di Amerika Serikat. Kasus perdarahan terberat (2-3% kehamilan) mengakibatkan kehilangan darah lebih dari 800 ml dan disebabkan oleh solutio plasenta atau plasenta previa.

                Data yang tersedia di RSCM antara tahun 1971-1975, terjadi 2114 kasus perdarahan antepartum diantara 14824 persalinan, atau sekitar 14%.

Manifestasi Klinis dan Diagnosis

Pada sebagian besar kasus, perdarahan antepartum terjadi pada trimester ketiga atau setelah kehamilan 28 minggu. Perdarahan antepartum tanpa rasa nyeri merupakan tanda khas plasenta previa. Plasenta previa bisa disertai tanda-tanda lain berupa bagian terbawah janin belum masuk ke dalam pintu atas panggul atau kelainan letak janin.

                Solusio plasenta tidak segera ditandai dengan perdarahan per vaginam. Gejala awalnya adalah rasa nyeri pada kandungan yang semakin lama semakin hebat. Rasa nyeri yang terus-menerus ini seringkali diabaikan. Pasien umumnya baru mencari pertolongan setelah terjadi perdarahan retroplasentar yang banyak dan menyebabkan pingsan, atau setelah nampak perdarahan per vaginam. Dapat terjadi kematian janin dalam kandungan.

Tabel 3. Diagnosis Perdarahan Antepartum

 

Tatalaksana

Penyebab perdarahan uterus yang terletak di atas serviks tidak selalu dapat diidentifikasi. Pengawasan antenatal hanya sedikit memegang peranan dalam hal pencegahan. Perdarahan biasanya dimulai sedikit demi sedikit dan tanpa gejala, setelah itu dapat berhenti hingga saat persalinan tanpa diketahui penyebabnya. Hal ini sebagian besar disebebkan pelepasan marginal dari plasenta yang tidak meluas. Kehamilan dengan riwayat perdarahan seperti ini tetap memiliki risiko walau perdarahan cepat berhenti dan adanya plasenta previa sudah tersingkirkan melalui pemeriksaan sonografi. Oleh karena itu, persalinan segera harus dipertimbangkan pada wanita dengan kehamilan aterm dengan perdarahan per vaginam yang tidak dapat dijelaskan.

                Pengawasan antenatal, walaupun tidak banyak berperan dalam pencegahan, memegang peranan penting dalam mengurangi penyulit yang mungkin terjadi. Penentuan golongan darah ibu, pengobatan anemia dalam kehamilan, seleksi ibu untuk bersalin di rumah sakit, mendeteksi kemungkinan plasenta previa, serta penanganan hipertensi dan pre eklampsia merupakan tindakan antenatal yang dapat mengurangi terjadinya penyulit.

Daftar Pustaka

  1. Diunduh dari PRESENTASI  KASUS PLASENTA PREVIA MARGINALIS–Kelompok 1 Obgyn 2004 romb.A
Comments
  1. Anonymous says:

    thanks🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s