Masih mau menjadi ko-as?

Posted: January 2, 2010 in Coretan di kertas kusam, Masih mau menjadi ko-as?

Apa ya enaknya jadi ko-as?? Kenapa semua orang pada bilang, “Wah, enak ya udah ko-as…bentar lagi jadi dokter dong…” Seandainya mereka semua ngerasain jadi ko-as.

Ko-as menurut gw adalah strata paling rendah yang ada di dunia pe-rumahsakit-an. Profesor2 kalo marah yang kena konsulen, spesialis, residen,  terus ko-as. Konsulen kalo marah yang kena spesialis, residen, trus ko-as. Spesialis klo marah yang kena residen, terus ko-as. Residen kalo marah yang kena ko-as. Belum lagi kepala perawat, perawat, bidan, akper, akbid, kalo marah yang kena ko-as. Coba tebak, kalo pasien marah yang kena siapa??…..YAK BETUL…seorang yang bernama Ko-As.

Pada bingung ya mengenai strata di atas??? Okeh, dijelasin dikit ya

  1. Profesor: adalah pengajar yang memiliki strata paling tinggi. Ga ada yang berani sama profesor, beliau adalah orang yang paling disegani. Beliau telah melewati semua tahapan di bawahnya.
  2. Konsulen: adalah bawahannya profesor, beliau adalah spesialis, namun telah mengambil subspesialisasi lagi. Jadi spesialis plus lah.
  3. Spesialis: dokter yang telah mengambil spesialisasi.
  4. Residen: adalah dokter yang sedang mengambil spesialisasi, kadang disebut juga PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis).
  5. Ko-as: mahasiswa yang sedang mempraktikkan teori yang telah diperoleh ke dalam kehidupan kliniknya.

Merana sekali ya hidup jadi ko-as….haha…itulah hidup seorang manusia yang ingin menjadi dokter untuk membantu sesamanya. Mari kita telaah mengapa ko-as selalu menjadi sasaran amarah mereka.

  1. Profesor, konsulen, spesialis: Mereka adalah pengajar mahasiswa, maka biasanya ko-as akan dimarahi mengenai hal2 yang berhubungan dengan pendidikan. Namun, yang ada di pikiran saya, mengapa ko-as harus dimarahi??? Wajar jika seorang mahasiswa (yang notabene belum menjadi dokter) melakukan kesalahan. “Nobody’s perfect” kalo kata orang2. Tetapi ya sudahlah, gapapa juga sih dimarahi asal untuk mendidik kita menjadi lebih baik lagi walaupun saya masih berharap ada CARA LAIN selain marah yang dapat dilakukan untuk mendidik.
  2. Residen: Mereka biasanya memarahi mahasiswa karena sebelumnya mereka dimarahi oleh staf pengajar. Atau jika ko-as tidak melakukan yang mereka suruh. Jadi “sasaran empuk”nya adalah tentu KO-AS. Walaupun tidak jarang ada residen yang membantu “melindungi” ko-as jika ada masalah.
  3. Nah, ini yang saya bingung. Perawat: Apa hubungannya mereka dengan kita??? Kita aja belum jadi dokter. Kita aja sopan sama dia. Kita aja ga pernah memarahi dia. Eh, cuma numpang di “Nurse Station” untuk menulis status pasien aja dimarahi.”Mas, jangan di sini ya…bikin sempit aja, Ga Baca apa tuh tulisan Nurse Station…artinya buat perawat!!!!” Ada teman saya yang pernah bertanya kepada ibu perawat,”Bu, kenapa si kok galak banget sama ko-as, kita kan selalu baik sama ibu?” Mau tau jawaban beliau???   “Yah,habisnya konsulen pada marahin kita, yaudah kita marahin aja kamu.”  Hah?!! Alesan macam apa itu????? Klo kata anak gaoll,”Pliisszzz deccchhh!!!”
  4. Yang ini LEBIH ANEH lagi, akbid dan akper juga marahin kita…..hahahaha…..Padahal saya selalu berpikir kalau kita ini senasib ternyata memang tidak ada yang lebih buruk dari ko-as. Kadang2 mereka rebutan tindakan sama ko-as. Padahal sih sebenernya ga usah rebutan, toh kita sama2 mau belajar. Malah sebenernya kita bisa bekerja sama dan saling membantu.
  5. Pasien: ini merupakan GURU TERBESAR ko-as yang sangat dihormati. Tanpa mereka semua, kita tidak akan bisa menjadi dokter. Namun, lagi2 ada oknum yang merasa ko-as mengganggu dia. Tidak tahukah dia bahwa DOKTER2 HEBAT YANG ADA SEKARANG BERAWAL DARI KO-AS???? Mungkin mereka pikir dokter hebat langsung dilahirin dari rahim ibunya kali ya????

Semua yang kita telaah di atas tentunya bukan berarti menjelekkan strata di atas karena ga semua orang seperti itu. Banyak staf pengajar, residen, perawat, dkk yang membantu kita juga selama hidup sebagai ko-as.

Masih mau menjadi ko-as???

Jika dalam tubuh anda memang mengalir darah dokter sejati, maka jawaban anda adalah “MAU“.

Ko-ass radiologi tingkat V romb.A

Comments
  1. ayas says:

    fotonya tampak bahagia tuh, ga se-merana ceritanya….

  2. Angga says:

    pastinya…semua di hidup ini mesti dilewatin….
    cuma mau ngasi tau kehidupan koas doang kok…
    btw, thx komen-nya…

  3. aptri says:

    wah tantangan jadi dokter banyak juga ya..duh padahal banyak yang bilang enak jadi ko-as dari pada masih mahasiswi kayak aku ini. katanya langsung ngadepin pasien seru deh, tapi bener juga c banyak yang di marahin uji mental bener dech………….

  4. Angga says:

    @aptri: tenang aja…ada enaknya juga kok….
    nanti klo sempet baru saya masukin cerita2 lucu nya…hehe

  5. Oksa says:

    Sbegitu rendahnya ya kak?

  6. Angga says:

    Haha…ga bs dibilang rendah jg si oksa….
    Gw sendiri ga menganggap koas itu rendah….tp anggaplah itu sebagai sebuah perjuangan buat masa depan….
    Smua yg ada mesti dihadepin dan kalau bisa jangan mengeluh…hehe
    Oke2….

  7. risda says:

    tapii knp yaa ko` klo msh ko-as cenderung terlihat sombong dan gag mau berbaur yah ??

    pdhl yg udah spesialis aja ramah ko`..

    • Angga says:

      hehe…masa sih risda?? sombong sama siapa nih??
      wah, itu cm beberapa aja kali… kan sombong apa gak nya tergantung pribadi masing2,,,ga bs di generalisasiin semua koas begitu….hehe

  8. hehee, klw ko-as tu teman ane d rumah sakittt …

  9. Anonymous says:

    seram dikit..

  10. kasamago says:

    jadi dokter emang pengabdian..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s