Indikasi Konisasi

Posted: October 29, 2010 in Indikasi Konisasi

Konisasi dapat dilakukan dengan indikasi:1

  • Tes Pap menunjukkan perubahan sel sedang sampai berat.
  • Jaringan abnormal tidak dapat dilihat dengan kolposkopi, tetapi ditemukan dalam sel yang didapatkan dari biopsi kanal serviks, atau jaringan tidak normal yang terlihat dengan kolposkopi meluas ke dalam kanal serviks.  Konisasi dilakukan untuk menghilangkan dan memeriksa jaringan abnormal.
  • Sel-sel abnormal yang ditemukan pada tes Pap atau ditemukan dalam sel yang didapatkan dari biopsi serviks tidak dapat dilihat dengan kolposkopi. Konisasi dapat digunakan untuk mendiagnosa penyebab perubahan sel abnormal dan menghilangkan jaringan abnormal pada waktu yang sama.
  • Kanker serviks dicurigai berdasarkan hasil tes Pap, kolposkopi, dan biopsi serviks. Konisasi dapat menentukan luas, kedalaman, dan tingkat keparahan jaringan kanker dan dapat menentukan keputusan pengobatan.

Indikasi Konisasi Diagnostik:2

  • Ditemukan abnormalitas sel epitel (high-grade squamous intraepithelial lesions (HSIL) atau low-grade squamous intraepithelial lesions (LSIL) dengan tidak adanya lesi serviks nyata maupun yang ditemukan dengan kolposkopi.
  • Unsatisfactory colposcopy, yaitu ketidakmampuan pemeriksa untuk melihat keseluruhan zona transformasi termasuk squamocolumnar junction, pada perempuan dengan abnormalitas sel epitel.
  • Ketidakpastian mengenai ada tidaknya mikroinvasi atau invasi dari diagnosis CIN dengan biopsi langsung.
  • Ditemukan CIN atau mikroinvasi ketika dilakukan kuretase endoservikal.
  • Hasil sitologi atau histologi yang menunjukkan premalignant atau malignant glandular epithelium.
  • Diagnosis sitologi yang tidak sesuai dengan diagnosis histologi yang didapat dengan biopsi langsung.

Konisasi Terapeutik

Konisasi terapeutik (baik menggunakan cold-knife, laser, LEEP) adalah modalitas yang dipilih untuk tatalaksana CIN 2 dan 3.3

Dahulu, CIN 3, neoplasia intraepitelial yang pertama kali teridentifikasi, ditatalaksana dengan histerektomi. Pada akhir dari abad ke-20, beberapa publikasi menunjukkan efektivitas dari prosedur konisasi konservatif. Pada tahun 1976, Kolstad dan Klem melaporkan bahwa 1122 pasien dengan CIN yang ditatalaksana dengan konisasi memiliki rata-rata rekurensi sebanyak 2,3% dan penemuan invasi minimal karsinoma pada 0,9%.4 Bjerre et al melaporkan kegagalan terapi pada pasien yang mendapatkan konisasi terapeutik sebesar 7%.5

Kontroversi yang terjadi adalah mengenai perlu tidaknya mengambil seluruh kanal endoserviks, termasuk ostium internum, pada semua kasus. Pendekatan ini, direkomendasi oleh setidaknya 2 jurnal, dapat meningkatkan resiko inkompetensi serviks pada wanita yang masih menginginkan kehamilan setelah terapi. Penulis percaya bahwa yang menentukan kemungkinan keterlibatan endoserviks tinggi secara akurat mungkin dengan melakukan kuretase endoserviks atau dengan mendapatkan spesimen sitologi dengan endocervical brush. Jika hasil tes ini negatif untuk CIN atau kelanjar atipik dan jika pasien ingin mempertahankan potensi dirinya melahirkan anak, penulis mempertahankan ujung kranial dari kanalis endoserviks.2

Sebagai tambahan, CIN dapat ditatalaksana dengan histerektomi atau metode destruktif lainnya, seperti cryotherapy, laser vaporization conization, atau radical electrocoagulation.  Keputusan untuk menentukan histerektomi atau konisasi didasarkan pada derajat dan perluasan dari penyakit, usia pasien, keinginan untuk melahirkan anak, dan riwayat rekurensi setelah terapi konservatif. Karena metode destruktif seperti cryotherapy tidak didapatkan spesimen untuk pemeriksaan histologis, penggunaannya harus dibatasi untuk perempuan yang memiliki diagnosis  pre-operasi (dengan biopsi langsung) yang akurat.2

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Diunduh dari http://www.webmd.com/cancer/cervical-cancer/cone-biopsy-conization-for-abnormal-cervical-cell-changes pada tanggal 3 Agustus 2010.
  2. Diunduh dari http://emedicine.medscape.com/article/270156-overview pada tanggal 3 Agustus 2010.
  3. Mitchell MF, Tortolero-Luna G, Cook E, et al. A randomized clinical trial of cryotherapy, laser vaporization, and loop electrosurgical excision for treatment of squamous intraepithelial lesions of the cervix. Obstet Gynecol. Nov 1998;92(5):737-44.
  4. Kolstad P, Klem V. Long-term followup of 1121 cases of carcinoma in situ. Obstet Gynecol. Aug 1976;48(2):125-9.
  5. Bjerre B, Eliasson G, Linell F, et al. Conization as only treatment of carcinoma in situ of the uterine cervix. Am J Obstet Gynecol. May 15 1976;125(2):143-52.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s